![]() |
|||||
|
TNI AU Halim PK Menjauhkan Diri Dari Masyarakat Di jakarta timur, tepatnya di perbatasan komplek TNI AU, berdiri pagar berduri yang membatasi Komplek TNI AU Halim PK (selanjutnya komplek) dengan daerah/wilayah lain. Pagar ini telah berdiri bertahun-tahun yang lalu tetapi masyarakat di dalam komplek dan di luar komplek tidak mengalami masalah. Tapi sejak tahun lalu masyarakat tidak dapat keluar masuk komplek, karena ada kebijakan dari komandan pangkalan, yang mengharuskan menutup "lubang-lubang" pagar. Sehingga mereka hanya bisa keluar masuk dari pintu gerbang. Ini tidak jadi masalah jika pintu gerbang tidak terlalu jauh. Tapi karena gerbang ini terlalu jauh, ini yang jadi masalah bagi mereka. Penulis sering mendengar keluhan-keluhan dari mereka yang harus berjalan jauh memutar menuju pintu gerbang. Masyarakat di luar seperti pedagang sayur, tukang cuci, tukang pijat, pedagang makanan keliling jadi semakin sulit mencari nafkah. Padahal mereka juga sangat dibutuhkan para penghuni komplek. Bagi yang memiliki alat transportasi tidak jadi masalah, tapi yang hanya bisa berjalan kaki, tentu saja kaki anda bisa bengkak-bengkak. Penulis menulis ini karena merasa kasihan melihat ibu-ibu tua renta menggendong bakul sayuran tidak bisa lagi berjualan keliling di dalam komplek. Pendapatannya semakin menurun akibat kebijakan ini. Penulis tidak tahu sampai kapan ibu-ibu tua itu bisa bertahan. Banyak pedagang-pedagang kecil yang kini juga megap-megap. Anak-anak sekolah jadi semakin jauh untuk berjalan menuju sekolahnya. Untuk para petinggi TNI AU Halim PK, penulis dan masyarakat berharap kebijakan yang menyulitkan rakyat ini bisa dihapuskan. Biarkanlah mereka untuk bisa keluar masuk komplek melalui "lubang-lubang" pagar. Kalau Anda tidak bisa membantu mereka secara langsung, bantulah mereka dengan memberi kemudahan akses keluar masuk komplek. |
|||||